Berita Terbaru covid-19 EKONOMI SOSIAL TOKOH

Berinovasi Lewat Pengembangbiakan Domba Berkualitas, Mohamad Huda Ingin Jadikan Jember Ikon Domba Dunia

Muhammad Huda Choiroh, ingin Jember menjadi ikon domba dunia

Jember – Jember pasti bangga dengan kreativitas, inovasi dan produktifitas Mohamad Nurhuda Choiroh. Warga Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari ini bertekad merubah image tentang desa dan potensi yang dimilikinya. Dia mengawali kesuksesan sebagai pengembangbiak domba berkualitas.

Awalnya dia sangat senang beternak, kemudian mencari tau tentang jenis-jenis domba kualitas unggul, maka dibuatlah sebuah kandang dengan isi beberapa jenis domba. Dalam perjalanannya, muncul pemikiran untuk fokus pada pengembangan domba bibit unggul, seperti domba garut dan doper. Keseriusan Huda beternak diwujudkan dengan membentuk wadah bernama “Harjo Lestari”. Wadah ini kemudian terus dikembangkan, kegemarannya bersilaturahmi ke sesama penghobi ternak membuat komunitas itu semakin berkembang.

Huda memiliki kandang yang sangat luas, isinyapun tidak tanggung, sedikitnya 1000 ekor domba dengan berbagai jenis. Namun kini lebih fokus pada domba dengan keunggulan genetik. Jika tidak unggul, tidak bakalan dikembangbiakkan.

Rabu, 22 Februari 2022 lalu, ada 50 ekor domba bibit unggul jenis dorper yang diimport dari Negara Australia. Sebenarnya Indonesia memiliki banyak rumpun domba lokal yang berkualitas seperti domba garut, domba ekor gemuk, domba ekor tipis, dll. Namun demikian, ketersediaan bibit domba lokal tersebut masih belum cukup meningkatkan produksi, dan produktivitas domba dalam rangka pemenuhan permintaan pasar domestik dan luar negeri. Berdasarkan keterbatasan tersebut maka ada upaya memasukkan atau mengitroduksikan domba dorper yang merupakan domba tipe pedaging dengan tingkat produktivitas dan daya adaptasi yang tinggi.

Bangga Menjadi Peternak Indonesia

Saat ini informasi mengenai perkembangan domba dorper di Indonesia sangat terbatas dan sulit diperoleh. Hal ini dikarenakan masih sedikitnya laporan dan penelitian mengenai karakteristik dan pola pertumbuhan domba dorper di Indonesia, yang pemeliharannya masih secara tertutup (closed housed). Sementara itu potensinya sebagai domba penghasil daging saat ini cukup baik. Potensi ini perlu dilihat sebagai peluang dalam peningkatan produksi daging domba di Indonesia. Pengembangan dan peningkatan produktivitas ternak domba inipun nantinya tidak akan terlepas dari penyediaan bibit jantan maupun betina. Informasi dasar mengenai domba dorper sangat mini. (Dikutip dari tulisan Shinta,P., dan Harry Cakra,M., pengawas Bibit ternak di Dit. Perbibitan dan Produksi ternak ).

Huda sangat yakin atas niatnya menjadi pengembangbiak domba berkualitas, dirinya ingin mewujudkan suatu saat Jember jadi Ikon domba berkualitas di dunia.

“Saya akan terus berinovasi melakukan persilangan domba domba bibit unggul, saya sudah silangkan domba garut dan domba dorper yang saya import. Semua itu untuk menyiapkan domba-domba berkualitas, yang pasarnya sangat terbuka lebar”.

Bisnis Peternakan Domba Unggul Muhammad Huda

Upaya Huda menjadikan Jember Ikon domba dunia sangat serius, terbukti dari semakin banyaknya mitra yang bergabung, seperti Afifurochman, 34 (tahun). Afi yang berkolaborasi dengan kakaknya, baru empat bulan lalu bergabung, banyak hal yang melatarbelakangi mereka menjadi mitra “Harjo Lestari” diantaranya adalah kesukaannya di bidang peternakan, juga keinginannya untuk merubah anggapan masyarakat desanya, bahwa beternak itu masih dianggap hal yang kurang berharga, mereka anggap peternak itu tidak wah/ tidak keren, dan dia ingin membuktikan bahwa hal itu salah, terbukti P. Huda menjadi keren karena sukses menjadi peternak yang go internasional.

“Saya awalnya suka beternak, setelah kenal dan banyak belajar dari pak Huda semakin membuat dirinya yakin, ternyata peternak itu luar biasa” terangnya.

Saat disinggung berapa modal yang disiapkan sehingga punya kandang keren dan domba sebanyak 50 ekor, dengan lugas Afi mengatakan modalnya tidak banyak, hanya menyiapkan lahan dan kandang, isinya dibantu Pak Huda.

“Tidak banyak modal pak, saya dengan kakak ini nyiapkan lahan dan kandang, untuk isi dan semua yang terkait di bantu pak Huda” terangnya. (Arya)

Bagikan Ke: