EKONOMI

UKM Sajam Butuh Modal

 

faktajember.com – Kabupaten Jember belakangan ini semakin di kenal banyak orang, baik di dalam maupun luar Jember.

Hal tersebut dikarenakan Jember memiliki potensi wisata yang melimpah, seperti wisata pantai, wisata kuliner, serta Jember Fashion Carnival.

Namun, sedikit warga Jember yang tahu kota kesayangannya juga terkenal dengan UKM-nya. Salah satu contohnya UKM senjata tajam milik Hadi Sony Irawan asal Kecamatan Kalisat ini.

Hadi mengaku sajam atau senjata tajam buatannya ini sudah dikenal di seluruh Indonesia. Bahkan luar negeri.

“Alhamdulilah, senjata tajam karya saya sudah banyak di kenal, baik itu di Jogja, papua dan seluruh nusantara. Karya saya mulai dari pisau kecil hingga pedang seperti samurai pun ada,” ungkap Hadi di halaman rumahnya, Senin, 3 Desember 2018.

Hadi juga menceritakan, perjalanan usahanya ini yang masih mengalami beberapa tantangan, terutama masalah finansial.

“Pemasaran lancar, dan semua itu online. Per bulan bisa 20 juta. Namun saya hanya menerima bersih 3 juta saja, karena modal buat beli bahannya masih ngutang di sana – sini,” terangnya dengan raut wajah sedih.

Dirinya juga memiliki keinginan membuka lowongan kerja untuk pemuda di desanya.

“Saya ingin usaha saya bermanfaat bagi orang lain, khususnya di desa saya ini banyak pengangguran dan ingin saya kurangi. Namun saat ini saya masih kekurangan modal, padahal pemasaran sudah bagus,” ujarnya.

Hadi berharap kepada Pemerintah Kabupaten Jember, agar memberikan uluran tangan berupa modal dan pelatihan.

Menurutnya, pemerintah memiliki peranan penting untuk membantu usaha kecil milik rakyat yang mandiri seperti dirinya ini.

“Menurut saya, bantuan modal saja tidak cukup. Saya dan para pelaku UKM lainnya juga butuh pelatihan, agar kami bisa meningkatkan potensi kami untuk mengangkat perekonomian Jember juga,” pungkasnya. (febie)

Bagikan Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.