PEMERINTAHAN PERISTIWA

MAHASISWA UNMUH JEMBER, KRITIK KINERJA PEMERINTAH PUSAT

Jember, FaktaJember.com – Puluhan mahasiswa dari Universitas Jember menyatroni gedung DPRD Jember, rabu. 14/3.

Mereka menggelar demonstrasi guna menyampaikan aspirasinya, mengoreksi kinerja pemerintah pusat terkait kebijakan kebijakan yang dirasa menyengsarakan rakyat.

Andi (25) salah satu korlap aksi menerangkan kedatangannya di gedung rakyat semata menyampaikan aspirasi rakyat. ” Kami menolak kebijakan import beras, menolak kenaikan TDL, menolak kenaikan BBM, serta menolak UU MD3 yang menciderai demokrasi” terangnya.

“Pemerintah harus pro rakyat, Petani dan nelayan harus lebih diperhatikan serta lebih memaksimalkan sumber daya alam sendiri, tanpa harus import.” ujarnya.

Andi menambahkan akibat kenaikan BBM dan TDL akan berpengaruh kepada kebutuhan sembako masyarakat dan ini tentu sangat menyengsarakan rakyat, kami menilai kebijakan import beras atau garam bukan soal ketersediaan, akan tetapi lebih ke arah politik, lebih kepolitik ekonomi komprador, yang hanya menguntungkan beberapa pihak tapi rakyat terabaikan” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Yandri mahasiswa fakultas hukum Unmuh Jember, dia menyayangkan sikap pemerintah yang melakukan import beras dan garam, dan kebijakan menaikan BBM dan TDL.

Sementara itu perwakilan anggota komisi C DPRD jember H Deny Prasetya mengungkapkan bahwa kebijakan menaikan BBM dan TDL serta import beras dan garam adalah kewenangan dari pemerintah pusat.

“kita berharap semoga harga kebutuhan masyarakat bisa stabil lagi. Jadi penghasilan masyarakat dan harga kebutuhan minimal seimbang, pihaknya juga menampung aspirasi dari para mahasiswa ini,” pungkasnya. (rif)

Bagikan Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.