Berita Terbaru covid-19

Jember Belum Terindikasi Covid-19, Massifkan Penyemprotan Disinfektan

Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur memassifkan penyemprotan disinfektan untuk mencegah munculnya virus korona (Covid-19) di Kabupaten Jember.

Langkah kedua pemerintah ini disinergikan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di kantor Badan Kordinator Wilayah (Bakorwil) V Provinsi Jawa Timur di Jalan Kalimantan, Senin, 23 Maret 2020.

Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, dan Kepala Badan Kordinator Wilayah (Bakorwil) V Provinsi Jawa Timur, Cahyo Widodo.

Rakor diikuti BPBD Jember dan BPBD Provinsi Jawa Timur, serta pihak terkait. Rakor beragendakan penyemprotan disinfektan ke pondok pesantren di Jember.

Setelah melaksanakan rapat, berlanjut pada penyemprotan desinfektan di 35 pesantren. Salah satunya di Ponpes Nuris di Antirogo Kecamatan Sumbersari.

Wabup menyampaikan, di Jember dilakukan penyemprotan dengan prioritas santri dengan jumlah cukup besar. Selebihnya, ponpes dapat melakukan penyemprotan secara mandiri.

“Penyemprotan kali ini dari Pemerintah Jawa Timur. Pemkab Jember juga telah melakukan hal yang sama. Semua ponpes juga akan dilakukan penyemprotan yang sama,” terang wabup.

Tim penyemprotan dari pemerintah provinsi sangat mengurangi beban Pemkab Jember.

Selain itu, tim melakukan sosialisasi berupa tindakan preventif berupa pola hidup sehat serta menjaga diri untuk tidak datang ke tempat kerumunan.

“Sesuai surat edaran bupati, pesta pernikahan supaya bisa ditunda, dan kegiatan pengajian yang mengumpulkan banyak massa. Kita harus menghindari yang ramai,” terangnya.

Wabup berharap lembaga dan elemen masyarakat bergotong royong menjaga keadaan Jember tetap kondusif.

Sementara itu, Kepala Badan Kordinator Wilayah (Bakorwil) V Provinsi Jawa Timur, Cahyo Widodo, menyatakan, dipilihnya Jember untuk penyemprotan disinfektan karena belum terindikasi adanya korban Covid-19.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan di Kabupaten Jember diharapkan dapat dikembangkan dan dilakukan oleh kabupaten lainnya. Seperti di pesantren, para santri tidak diperbolehkan pulang supaya tidak datang ke tempat yang membahayakan.

Saat sosialisasi diputarkan video Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yang menyampaikan untuk diam di rumah. Imbauan itu diharapkan dapat dipedomani dan disosialisasikan kepada masyarakat sekitarnya.

“Kalau sekarang ini steril, tidak ada penyakit, ini bisa kita jaga, insya Allah pondok pesantren sebagai contoh,” terangnya.

Pengasuh Ponpes Nuris, KH Muhyiddin Abdusshomad menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, dengan harapan penyemprotan ini dapat memberikan dampak yang positif sekaligus menyelamatkan anak bangsa dari bahaya Covid-19.

“Ini hal yang luar biasa. Ini ikhtiar agar terjaga dari penyebaran Covid-19. Sejumlah 3.500 santri kami dan sudah melakukan penyemprotan secara mandiri. Untuk kunjungan santri, dilakukan terbatas,” terangnya. (mutia/izza/*f2)

 

Bagikan Ke: