
Fakta Jember – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan memiliki bisnis utama (core bussines) perkebunan untuk menyumbang pendapatan asli Kabupaten Jember.
“Namanya perusahaan umum daerah perkebunan, tentunya core bussines-nya ya perkebunan,” terang Sofyan Sauri, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan, Minggu 14 Desember 2025.
Ia merinci sejumlah usaha yang dijalankan Perumda Kahyangan Jember sampai saat ini. Termasuk perkembangan terbaru hingga peluang bagi mitra bisnis.
Usaha itu yakni karet, yang menyumbang pendapatan terbesar hingga 70 persen. Ini usaha yang telah lama dikerjakan.
Berikutnya adalah kopi,yang juga menjadi usaha yang sejak lama dikerjakan oleh perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Jember ini.
Usaha lainnya yakni tebu dan kayu.
Tebu merupakan usaha baru yang dijalankan secara mandiri oleh perusahaan.
“Kalau kayu-kayuan ini tidak boleh yang naungan, untuk penahan erosi, tidak boleh ditebang. Kecuali, kayu-kayuan yang produktif seperti sengon dan jabon. Tapi jati dan trembesi tidak boleh ditebang,” rincinya.
Ada pula jagung yang ditanam di sela-sela tanaman utama. Usaha ini dilaksanakan dengan cara kerja sama.
Perumda Perkebunan Kahyangan menyewakan lahan untuk ditanami jagung. “Harus ditanami jagung, tidak boleh yang lain,” terang Sofyan Sauri.
Jagung belum dikelola sendiri. Masih bermitra dengan pihak lain. Ada 57 hektar lahan untuk dikerjasamakan.
Kerja sama dengan pihak lain masih terus digencarkan. Sampai saat ini ada 15 hektar yang telah berhasil digarap bersama mitra.
“Per hektarnya Rp13 juta, tinggal dikalikan saja,” kata Sofyan Sauri soal kontribusi kerja sama itu. (*)
Penulis : Achmad Syaifuddin
E#ditor: Achmad Syaifuddin

