Faida Kunjungi Haryanto yang Dikabarkan Menculik Anak

PERISTIWA
| faktajember.com | Peristiwa | Kamis | 20 Februari 2020 | 16:41 WIB |

Patrang – Bupati Jember, Faida, pada Kamis, 20 Februari 2020, bersilaturahim ke rumah warga korban tuduhan penculikan dan anak yang dikabarkan sebagai korban penculikan.

Faidai mengunjungi Mohammad Hariyanto di Jalan Mawar XIX nomor 16. Di rumah berwarna oranye ini, bupati bertemu dengan Hariyanto istri dan cucunya yang sekolah di SD Negeri Jember Lor 1.

Hariyanto sebelumnya dikabarkan sebagai pelaku penculikan. Bahkan ia sempat dimintai keterangan oleh Kepolisian Resort Jember.

Dalam kunjungannya itu, Faida ingin menegaskan bahwa berita penculikan di Jember terbukti tidak benar. Namun, kondisi yang terjadi saat ini menjadi evaluasi bersama.

Berita tentang penculikan itu, kata bupati, berawal dari candaan Hariyanto kepada anak SD Negeri Jember Lor 1 saat menjemput cucunya.

Namun candaan itu ternyata disangka sebagai upaya penculikan. “Kita mengajak anak-anak waspada, sekolah waspada. Tetapi, ini candaan yang menjadi salah paham,” terang Faida usai bertemu Hariyanto.

Peristiwa yang dialami oleh Hariyanto, menurut Faida, menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak bercanda yang menimbulkan persepsi macam macam. Dan, kewaspadaan tetap penting.

Faida mengingatkan Jember sebagai kabupaten layak anak. Karena itu, fasilitas di sekolah mencakup keamanan anak didik.

“Masa depan kita ini di anak-anak. Maka, selain fasilitas pendidikan, juga perlu rasa aman untuk anak-anak,” terangnya.

Terkait keamanan, Faida menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Polri. “Menjadi sahabat anak-anak sekolah, sehingga anak-anak memiliki rasa aman,” tuturnya.

“Saya ingin di Jember ini tentrem ayem. Apapun pembangunan itu, kalau tidak ada rasa aman ayem maka orang tidak akan merasakan kebahagiaan,” ujarnya.

Kepada siswa SD Negeri Jember Lor 1, Faida memberikan apresiasi karena tidak terjadi bullying kepada cucu Hariyanto. “Anak-anak membuktikan hebat,” ucapnya.

Siswi yang dikabarkan menjadi korban, ungkap Faida, juga tetap bersekolah. Para siswa mampu menerima satu sama lain. Sekolah juga tetap berjalan dengan lancar.

Setelah memberikan hadiah kepada cucu Hariyanto, Faida mengunjungi siswi yang dikabarkan menjadi korban penculikan di Jalan Tawangmangu. Di tempat ini, bupati juga memberikan bingkisan.

Sementara Mohammad Hariyanto, menceritakan, awalnya hanya bercanda tapi menjadi tersangka. “Mungkin ini teguran dari Allah. Jadinya saya harus hati-hati, yang penting cucu saya mau sekolah,” terangnya.

Meski menjadi pihak yang dirugikan, Hariyanto mengaku bersyukur. Sebab, selama ini belum pernah rumahnya didatangi bupati. “Saya bersyukur karena belum pernah dikunjungi bupati,” tuturnya. (achmad)

Bagikan Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.