
Fakta Jember– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember telah memetakan sumber air yang menjadi cadangan untuk menanggulangi bencana kekeringan.
Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Senin (18/5/2026) menjelaskan ada enam sumber air yang telah disiapkan untuk antisipasi terjadinya bencana kekeringan.
“Kami telah memetakan sumber air yang meskipun pada musim kering nanti tetap siap,” terang Edy Budi Susilo.
Sukber air berupa sumur bor itu berada di enam lokasi, yakni di Desa Garahan Kecamatan Silo, di PTPN Kebun Glantangan Tempurejo, di Jember Sport Garden di Kecamatan Ajung.
Berikutnya di Yayasan Ibnu Katsir di Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates, SMK Teknologi di Kecamatan Balung, serta di Perumdam Tirta Pandalungan.
Selain menyiapkan sumber air, BPBD telah mengorganisir lima lembaga yang siap dengan truk tangki untuk mendistribusikan air bersih dari sejumlah sumber tersebut.
“Ada lima lembaga bersama kami yang siap untuk piket posko menyalurkan bantuan air bersih,” jelasnya.
Selain BPBD sendiri, truk tangki disiapkan oleh PMI, Perumdam Pandalungan, MDMC (komunitas relawan) , Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH).
“Sudah kami siapkan dan koordinasikan. Posisi mereka adalah siaga wilayah,” ujar Edy Budi Susilo.
Meski pemerintah sudah siap untuk mengantisipasi bencana kekeringan, Edy memgimbau masyarakat untuk tetap waspada. #
Bencana kekeringan di Jember berpotensi besar terjadi di lima kecamatan, sebagaimana prediksi dari Badan MeMeteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kelima kecamatan yang berpotensi besar mengalami kekeringan tersebut yakni Patrang, Sumbersari, Tempurejo, Kalisat, dan Rambipuji. (*)
Penulis: Achmad Syaifuddin
Editor: Achmad Syaifuddin#

