EKONOMI

Ramadan Berkah Bagi UMKM Dan Jukir, Pemkab Jember Fasilitasi Lapak Di Alun-alun

Suasana Pasar Ramadan UMKM di Alun-alun Jember. Foto by : Istimewa.

Jember – Memasuki hari ke empat ramadan, suasana Kota Jember berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Pemkab Jember memberi ruang bagi UMKM untuk mengais rezeki di bulan penuh berkah ini, dengan menyiapkan ratusan lapak untuk berjualan mereka di Alun alun.

“Luar biasa Pemkab Jember tahun ini, kepedulian pemkab menyiapkan lapak dan memberi ruang bagi UMKM untuk mengais rezeki menjadi berkah tersendiri bagi kami pelaku UMKM ” ujar Siti (51 tahun).

Sejak sebelum Ramadan, pemkab Jember melalui dinas terkait menyiapkan lapak untuk tempat bagi UMKM menjual produknya, ini bukan saja menjadi berkah tersendiri bagi UMKM, namun banyaknya pengunjung yang mendatangi Alun-alun juga merupakan berkah para juru parkir diseputar alun alun.

Pasar ramadan UMKM menjadi sarana ngabuburit bagi warga masyarakat bersama keluarga. Mereka tidak saja datang dari seputar Kota Jember, ada juga warga Bondowoso yang sengaja datang untuk melihat langsung situasi pasar UMKM di bulan ramadan. Tak jarang mereka memberikan pujian atas semaraknya pasar UMKM tersebut.

Hj. Holifah (42 tahun), warga Badean, Kota Bondowoso mengaku sengaja datang untuk melihat langsung bagaimana situasi jualan mereka, ini sekaligus menjadi studi banding dirinya yang bisa diterapkan di Bondowoso nanti. Saat ditanya apa usahanya selama ini, Ibu dua putri ini mengaku sebagai pelaku UMKM juga dibidang makanan. Ditempatnya perempuan berkulit kuning ini memiliki produk ayam bakar, dan gurami bakar madu.

“Saya sengaja datang kesini untuk melihat langsung situasi pasar ramadan UMKM disini, juga untuk pertimbangan jika tahun depan perlu tidaknya mengembangkan usahanya disini” ujarnya.

Dia juga melihat kalau warga Jember itu sangat antusias belanja takjil atau makanan untuk buka puasa, dan itu peluang jika di manfaatkan dengan baik.

“Saya melihat warga Jember sangat antusias belanja takjil dan makanan, mereka cukup potensial sebagai sasaran bisnis saya” ujarnya.

Ditempat berbeda, Valen, (23 tahun) Mahasiswa Universitas di Jember ini mengaku senang dengan langkah pemkab menyiapkan lapak UMKM di alun-alun, dan ini menjadi catatan positif bagi pemerintahan H. Hendy yang terus berinovasi memberi ruang usaha warganya. Dan menurutnya ini luar biasa dan terus ditingkatkan, bahkan kalau bisa di Kecanatanpun perlu di beri ruang juga seperti ini, hanya tinggal melihat kreatifitas camat di masing masing wilayah.

“Luar biasa, sekali lagi luar biasa, ini menjadi nilai plus bagi pemerintahan Bupati H. Hendy dan jajarannya yang telah memberi ruang begitu besar bagi UMKM, tinggal di tingkatkan bahkan di kembangkan di wilayah kecamatan, namun tergantung kreatifitas camat masing masing ” ujarnya.

Selanjutnya, gadis berlesung Pipi dipipi kirinya itu berharap ada pengawasan yang cukup, agar tidak ada oknum yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadinya.

Berkah Bagi Juru Parkir. Keramaian Alun-alun sejak awal Ramadan tidak hanya membawa keuntungan bagi pelaku UMKM saja, namun banyaknya pengunjung yang meluber jadi berkah tersendiri bagi juru parkir di sekitar Alun-alun.

Seperti yang disampaikan Arik (34 tahun), Juru parkir belum resmi ini mengaku barokah ramadan juga berimbas pada dirinya dan temennya sesama juru parkir, bagai mana tidak, pengunjung sangat luar biasa, hampir semua sudut lahan parkir terisi, dan ini rezeki bagi dirinya dan yang lain.

Dia berharap agar ada perhatian terhadap status jukir seperti dirinya, semoga tahun depan nasib dirinya dan kawan-kawan mendapat perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah pak, sejak pukul 4 sore pengunjung sudah memadati alun-alun, ini berkah Ramadan bagi saya dan pedagang UMKM di sana” ujarnya.

Rudi (36 tahun), warga Jember Lor tak ingin melewatkan waktu ngabuburit bersama keluarga. Jarak yang tak begitu jauh membuatnya cukup berjalan kaki dari rumahnya. Dia mengajak istri dan dua anaknya “Ngabuburit” di alun-alun, sambil menunggu waktu buka puasa. Dia juga memberi ruang pada kedua anaknya untuk bermain bersama, sementara sang istri tercinta sibuk memilih makanan yang dibelinya untuk buka puasa di rumah.

“Saya sengaja jalan kaki kesini karena jaraknya sangat dekat dengan tempat tinggalnya, saya ajak istri dan anak-anak agar mereka mengetahui secara langsung bagaimana pegiat UMKM berjualan, hitung-hitung memberi pelajaran bagi keduanya tentang perlunya kerja keras yg untuk memperoleh uang, harapannya agar mereka tidak mudah meminta sesuatu tanpa diperhitungkan sebelumnya” terangnya.

Selanjutnya ASN di Pemkab Jember ini mengaku senang, ada hiburan untuk menghindari kejenuhan saat puasa.

Ditempat terpisah P. Dhofir, jukir tak tetap yang mengais rezeki di seputar alun-alun mengaku senang. Menurutnya jumlah kendaraan yang parkir ditempatnya cukup banyak dan rezeki buat keluarganya dirumah. Selanjutnya bapak dua anak ini mengaku sangat senang, dan memacu semangat kerja di bulan Ramadan untuk menghadapi lebaran. Semoga Allah buka rezeki yang lebih banyak dan barokah

“Alhamdulillah rame, mungkin pas puasa, dan ada UMKM di Alun-alun, sehingga banyak warga datang untuk sekedar ngabuburit, tentunya kendaraannya diparkir disini, dan itu rezeki bagi saya dan keluarga” ujarnya. (Arya)

Bagikan Ke: