OLAHRAGA SOSIAL

Puluhan Karateka FKTI Ikuti Ghasuku , Ujian DAN Serta Sertifikasi Pelatih Di Tegal Jawa Tengah


Para Sensei Federasi Karate Tradisional Indonesia Saat Berfoto dengan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, MT. foto by ” istimewa “.

Tegal – Suasana Gedung Putera Bangsa , Slawi, Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 19/6/26 cukup ramai.

Puluhan Karateka Federasi Karate Tradisional Indonesia Wilayah Zone IV, kembali menggelar Ghasuku, Ujian DAN, serta sertifikasi pelatih, wasit dan juri untuk yang ke sekian kalinya.

Hadir dalam acara tersebut Uwes Qoroni, MT Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tegal, mewakili Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rochman, SH , Ketua Harian Kornas FKTI Sensei Mustafa, Ketua BPPA (Badan Perencana Dan Pengawasan Anggaran) FKTI Drs. Gangsar Widodo.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Kornas FKTI Sensei Mustafa mengatakan, hari ini merupakan tahapan bagi karateka untuk meningkatkan kompetensinya, melalui ujian DAN juga sertifikasi.

Selain itu juga sebagai momentum bagi seluruh kataketa FKTI Zone IV melakukan komunikasi guna membangun organisasi FKTI menjadi lebih baik. Dia berharap seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan dengan serius dan tuntas, agar ilmunya nanti bermanfaat bagi junior-juniornya.

“Terima kasih, saya mewakili ketua Kornas yang sedang dalam agenda lain, saya sangat senang bisa bertemu langsung peserta, saya harap ikuti ujian DAN, sertifikasi dengan serius dan tuntas, agar ilmunya bermanfaat buat junior junior ” ujar Mustafa.

“Saya berharap jadikan momentum ini sebagai ajang silaturahmi, koordinasi dan saling menguatkan, mari kita bangun dan kembangkan organisasi FKTI yang kita cintai ini dengan ikhlas dan komitmen kuat ” tegasnya.

Kepala Dinas Olahraga Kabupaten Tegal , Uwes Qoroni, MT “Maaf jika kami belum maksimal mensupport FKTI”. Foto by ” faktajember”

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, MT, merasa bangga berada di tengah tengah karateka FKTI, dia berharap, para karateka FKTI bisa belajar serius, karena di dunia karate tidak hanya di ajarkan tehnik bela diri, namun juga adab, disiplin dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Bakal Dihadiri Bupati dan Pameran UMKM, Acara Jalan Sehat di Kelurahan Wirolegi

Dia juga mohon maaf, kalau selama ini pemerintah belum maksimal mensupport kegiatan ini, namun dirinya yakin kedepan akan semakin baik.

Di akhir sambutan, Uwes minta agar karateka FKTI mampu berbicara di tingkat kabupaten, provinsi dan Nasional.

Drs Gangsar Widodo, ketua Badan Perencana Dan Pengawasan Anggaran FKTI. foto by ” doc fkti

Ditempat terpisah Ketua Badan Perencana Dan Pengawasan Anggaran (BPPA) FKTI, Drs Gangsar Widodo menyampaikan problem belum maksimalnya organisasi Olahraga berkembang sesuai harapan, pertama banyak organisasi yang belum di tangani secara serius dengan membuat program dan dijalankan sesuai kebutuhan kekinian. Dia mencontohkan Karate FKTI belum mengarah pada Industri Olahraga, ini yang membuat belum banyak sponsor ship ataupun pihak-pihak tertentu menggelontorkan anggaran pembinaan.

Kedua lanjut Gangsar, masih banyak organisasi olahraga belum memiliki perencanaan anggaran yang baik, mulai dari bagaimana anggaran operasional sebuah Dojo, Korca, Korda bahkan sampai organisasi diatasnya. Sumber anggaran masih berasal dari iuran anggota dan kegiatan kegiatan lain yang terkait dengan ujian dan sertifikasi, sementara Organisasi butuh tumbuh dan berkembang.

Baca Juga : Totok Sumianta Mantan Wartawan Yang Ingin Mengabdi Di desa

Untuk itu dirinya mengajak seluruh jajaran di internal organisasi membuat sebuah perencanaan Dan Pengawasan anggaran yang benar benar sesuai kebutuhan kekinian, mulai perencanaan kegiatan seremonial, kejuaraan kejuaraan tingkat daerah, Provinsi, Nasional hingga Internasional, termasuk didalamnya anggaran mencetak kebutuhan atlet-atlet juara.

“Memang benar apa yang disampaikan para sensei bahwa organisasi tidak hanya latihan karate, tapi butuh anggaran yang cukup agar Organisasi bisa berjalan sesuai harapan, organisasi olahraga karate kita, belum membawa karate ke arah Industri olahraga , padahal FKTI punya sumberdaya yang sudah bicara di tingkat dunia, mari kita bersama seluruh organ yang ada, membuat perencanaan anggaran sesuai kebutuhan yang direncanakan FKTI itu sendiri” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Ditetapkan Sebagai Anggota Tetap KORMI, FKTI Jember Rapatkan Barisan

Saat di singgung bagaimana peran pemerintah selama ini, dengan senyum khasnya, Gangsar mengatakan, sudah banyak cabang olahraga di support pemerintah, termasuk FKTI, hanya porsinya di sesuaikan kemampuan anggaran daerah masing-masing, dan sudah saatnya kita menembus BUMN dan perusahaan besar jadi mitra FKTI.

“Cukup besar perhatian pemerintah terhadap olahraga, tinggal porsinya yang berbeda, tergantung sejauh mana prestasi dan kemampuan anggaran daerah dalam mensupport, saatnya Organisasi mampu menembus BUMN dan perusahaan besar menjadi bapak asuh bagi organisasi olahraga” tegasnya. (Bis)

Bagikan Ke: