EKONOMI PEMERINTAHAN

Minim Usahawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI Inisiasi Bimtek IKM Di Jember

H. Ahmad Halim di acara penutupan Bimbingan Tehnis pada IKM Jember, di Hotel Aston, Kamis 27/7/23. Foto by : Faktajember.

Jember – Minimnya wirausahawan di Kota Jember membuat Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI, Bambang Hariadi semangat menginisiasi Bimbingan teknik bagi wirausahawan di Jember, targetnya untuk mencetak wirausahawan baru.

Legislator Senayan Partai Gerindra asal Jember ini bekerja sama dengan Kemenperin dan Disperindag Jember menggelar bimbingan teknis dalam rangka menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru IKM di Hotel Aston, Kamis, 27/7/23.

Di acara penutupan, Bambang Hariadi sendiri tidak sempat hadir karena ada tugas di lain daerah, dan keberadaannya di wakilkan kepada H. Ahmad Halim, Kader Gerindra yang juga Wakil Ketua DPRD Jember.

Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ahmad Halim mengatakan untuk menjadi maju, sebuah negara harus memiliki wirausahawan minimal 14% dari jumlah penduduknya, dan saat ini Indonesia masih jauh kekurangan.

Di latarbelakangi kondisi inilah, dia getol menggelar pelatihan pelatihan terhadap IKM, tujuannya agar mereka bisa mendorong kemajuan Indonesia. Kepada wartawan usai acara penutupan Halim mengatakan kalau tujuan digelarnya pelatihan itu untuk menciptakan dunia usaha baru, agar ada tambahan manfaat bagi masyarakat Jember.

Baca Juga : BPN Berkolaborasi dengan Pemkab Jember Bentuk GTRA untuk Atasi Masalah Tanah dan Lahan

Menurut Halim, Kemenperin terus mencetak wirausahawan baru, terutama di daerah. Pemerintah tidak cukup anggaran untuk menggaji pegawai karena anggaran terbatas, untuk itu dicetak para wirausahawan baru.

Ditempat yang sama, Mohamad Iksan mewakili Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka menyambut baik gagasan Bambang Hariadi. Kemenperin melalui Dirjen IKM dan aneka banyak melakukan pelatihan. Di Jember pihaknya bekerjasama dengan dinas perdagangan dan perindustrian dari tanggal 23-27 Juli 2023.

“Ya kami bekerjasama dengan Disperindag Jember, totalnya ada 480 orang, jenisnya macam-macam mulai dari Pandai besi, olahan makanan, alat-alat rumah tangga, bordir dan lain sebagainya” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian Jember, Bambang Saputro mengatakan pemerintah kabupaten akan berpihak pada masyarakat dan pengusaha. Bahkan saat ini pihaknya lagi menjalin kerjasama dengan pertamina untuk masalah Gas elpiji, dengan mendata pengguna elpiji agar tepat sasaran.

“Kami pemerintah akan berpihak pada masyarakat dan pengusaha, hari ini kita sedang bekerjasama dengan Pertamina untuk mendata gas elpiji, tujuannya agar pengguna Gas Elpiji tepat sasaran” ujarnya. (Arya)

Bagikan Ke: