OLAHRAGA

Kisah Sintia, Karateka Pemula Kebanggaan Dojo Chiung Samudra

Sintia bersama kawan-kawan kohai selepas latian di Pantai Teluk Love

Jember – Belum Genap setahun berlatih karate Tradisional di Dojo Chiung Samudra, Sintia Sari, 15 telah menunjukkan bakat luar biasa.

Berlatih dengan semangat bushido, putri pasangan Faisal dan Sumiyati ini terlihat berbeda dari temen seusianya.

Kepada media ini, Sabtu, 27/6/26 dirinya ikut beladiri karate motivasinya untuk melatih kedisiplinan, meningkatkan rasa percaya diri, menjaga kesehatan, dan belajar membela diri.

Dia juga menyampaikan, kalau Belajar karate tidak hanya diajarkan jurus, namun juga tata hormat (sopan santun -red) , disiplin, bekerjasama, tanggung jawab, dan rasa kekeluargaan.

Dia juga pasang target akan lebih rajin berlatih meningkatkan kemampuan teknik karate, untuk meraih prestasi, naik tingkat, dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca Juga : Bunga Rahma, Juara Karate Yang Bercita-cita Jadi Aparatur Negara

Untuk cita-cita, Sintia sejak kecil terobsesi menjadi seorang dokter, dia berjuang meningkatkan kemampuan akademis secara serius, ini di buktikan dengan nilai raportnya yang di atas rata-rata.

“Soal target di karate, aku ingin lebih meningkatkan kualitas teknik, menguasai gerakan dasar (KIHON), tapi itu butuh proses panjang dan keseriusan, untuk sekolah aku harus meningkatkan prestasi akademis” ujar Sulung yang bercita-cita jadi dokter.

Sintia Sari, Karateka Pemula Berprestasi Yang Bercita-cita Jadi dokter. foto by : doc Sintia.

Sebagai kohai di FKTI dirinya berharap FKTI semakin maju, semakin kompak, melahirkan atlet-atlet berprestasi, dan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk belajar dan berkembang.

Sintia juga menyampaikan rasa terimakasih nya yang mendalam terhadap senpei senpei yang telah mengajarkan ilmu bela diri karate, utamanya pada Senpei Abah Suto, yang selalu mengawasi perkembangan Sintia, Senpei Savitri yang sangat telaten dan sabar, dan Senpei Yudi, pelatih fisik yang membuat badan Sintia terlatih, kuat dan semakin mantap.

Baca Juga :  Dishub Gelar Sosialisasi Kenaikan Tarif Khusus, Operator Driver Online Harus Patuhi Aturan

“Terimakasih pada semua senpei yang telah mengajarkan ilmu beladiri dan tata hormat hingga aku seperti ini, makasih Aba Suto, Senpei Savitri dan Senpei Yudi atas semuanya” ujarnya. (Ary)

Bagikan Ke: