PEMERINTAHAN PERISTIWA

Gandeng Kecamatan Jombang Dan Tanggul, RSUD dr. Soebandi Turunkan Angka Stunting

Suasana pemeriksaan balita terdeteksi stunting di Pendopo kecamatan Jombang. foto by : faktajember.

Jember – Tingginya angka stunting di Kabupaten Jember membuat pemerintah kabupaten segera melakukan langkah cepat dengan memberi tugas kepada RSUD dr Soebandi melakukan langkah inovatif, efektif dan tepat sasaran dalam menurunkan angka stunting.

Seperti diketahui, Jember menempati Posisi nomer dua terbanyak Stunting se Jawa Timur. Dalam beberapa tahun terakhir dilakukan penanganan, namun belum menunjukkan hasil signifikan.

Kali ini RSUD dr Soebandi membentuk tim yang terdiri dari dokter spesialis anak, ahli gizi, dokter puskesmas, bidan, perawat dan kader posyandu.

Mereka melakukan inventarisasi sasaran dengan teliti, kemudian dokter, bidan, perawat dan ahli gizi melakukan pemeriksaan secara detail terhadap setiap anak yang terdeteksi stunting, kemudian mereka diberi tindakan sesuai problem yang ditemui dari masing-masing anak, plus diberi susu PKMK yang merupakan susu khusus balita dengan nutrisi cukup.

dr. Triwinarno, M.Kes , ketua tim penganan stunting RSUD dr Soebandi. Foto by : faktajember.

Hal ini disampaikan ketua tim penurunan angka stunting RSUD dr Soebandi, dr. Triwinarno, M.Kes, Rabu, 4/3/26 di Pendopo Kecamatan Jombang.

Dia menjelaskan, menggandeng kecamatan Jombang dan Tanggul sebagai pilot proyek, masing-masing dengan waktu 3 bulan, kemudian setelah itu akan di evaluasi untuk program selanjutnya.

“Ini tugas yang diberikan pemerintah kabupaten Jember pada RSUD dr. Soebandi, kita tahap awal menggandeng kecamatan Jombang dan Tanggul, untuk tiga bulan pertama kita fokus di kecamatan Jombang, setelah itu baru Tanggul” jelasnya.

Saat di singgung bagaimana hasil selama bulan pertama ini, Tri dengan wajah berbinar menyampaikan hasilnya sangat luar biasa, dari awal terdata ada 161 balita stunting, setelah di tangani hampir satu bulan ada penurunan luar biasa.

“Hasil penanganan selama sebulan ini, dari jumlah awal stunting ada 161 balita, kini tinggal sekitar 50% saja ” jelasnya.

Baca Juga :  PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X secara resmi memulai Musim Tanam Tembakau Tahun 2022

Camat Jombang Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 4/3/26 kepada media ini mengatakan kalau wilayahnya di tunjuk menjadi salah satu pilot proyek penanganan stunting yang lebih fokus dan efektif, selain Jombang ada kecamatan Tanggul dan Mayang.

“Tiga kecamatan ini jadi pilot projek awal penanganan stunting, di mulai dari Kecamatan Jombang” urainya.

Baca Juga : Honor 22.000 Guru Ngaji Dan 3000 Marbot Bakal Di Cairkan

Faris juga menyampaikan, dari data awal sebelum pelaksanaan program Di Chating (Soebandi Cegah Kecacatan Akibat Stunting) jumlah anak penyandang stunting ada lebih 161 anak, namun dalam beberapa minggu mereka diberi susu KPMK yang merupakan susu dengan protein tinggi, dimana pemberiannya harus sesuai takaran yakni 3 hari sekali, satu sendok makan, hasilnya ada penurunan cukup signifikan, dari 161 anak turun menjadi hampir 120 anak yang stunting, dan luar biasanya karena belum satu bulan berjalan.

“Alhamdulillah mas, awalnya kita punya 161 anak yang katagori stunting, setelah mereka mendapat penanganan fokus dari dua dokter ahli dan timnya, hasilnya luar biasa, dari awal 161 anak turun menjadi 120 anak dan ini luar biasa” ujarnya. (Ary)

Bagikan Ke: