SOSIAL

Dinsos Gelar Pelatihan Kerja Difabel dan Waria

Pelatihan potong rambut

 

faktajember.com – Dinas Sosial Kabupaten Jember menggelar pelatihan kerja bagi para disabilitas, anak jalanan, dan waria guna meningkatkan kualitas hidup mereka.

“Karena mereka semua layak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mereka perlu kita bina, karena mereka ini juga generasi penerus bangsa,” ungkap Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Yuli Astutik di Kantor UPT Pelatihan Kerja (BLK), Jl.Basuki Rahmat no.203 Tegal Besar, Jember, Senin 19 November 2018.

Yuli menuturkan, pelatihan kerja ini meliputi berbagai bidang. Untuk difabel dilatih tata boga dan kecantikan. Untuk anak jalanan dan mantan binaan dilatih otomotif dan tambal ban. Lalu para waria  diajarkan tata boga.

“Kami mengirim surat kepada camat di seluruh wilayah jember untuk mengundang peserta pelatihan kerja ini. Karena setiap camat punya data mengenai disabilitas dan anak terlantar di wilayahnya,” imbuhnya.

Yuli berharap, pelatihan ini bisa meningkatkan produktifitas para difabel dan anak terlantar.

“Alhamdulilah untuk pelatihan di tahun 2017 kemarin membuahkan hasil. 45 persen dari peserta telah bekerja dan bahkan membuka usahanya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Ipung salah seorang difabel asal patrang ini merasa senang mengikuti pelatihan kerja ini. Dirinya memilih ikut pelatihan di bidang kecantikan dan pangkas rambut, karena menurutnya lebih menarik dan mudah di praktekkan.

“Tadi saya diajari memotong rambut dan cara creambath. Saya kepengen seperti difabel yang telah sukses membuka usaha sendiri. Nanti Insyallah saya mau buka salon di rumah,” tuturnya.

Berbeda dengan ipung, David salah seorang mantan warga binaan asal Sumbersari ini lebih memilih mengikuti pelatihan di bidang otomotif dan tambal ban. Bagi David, tambal ban sangat di butuhkan di saat darurat, sehingga peluang menguntungkannya semakin besar.

“Tambal ban kan banyak yang butuh mas. Dan kebetulan di sekitar rumah saya tidak ada tambal ban sama sekali,” ujar pria yang badannya penuh tatto ini.

David berharap, pelatihan ini bisa membuat hidupnya lebih baik dan juga mengangkat kesejahteraan para difabel dan kaum minoritas lainnya.

“Kami sangat ingin berubah, kami berjanji setelah pelatihan, akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (febie)

Bagikan Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.