KESEHATAN PEMERINTAHAN

Camat Ledokombo Ajak Muspika Dan Kades Jadi Orang tua Asuh Atasi Stunting

Drs. Suryadi, Camat Ledokombo Ajak Jajaran Muspika dan Seluruh Kades Jadi Orang Tua Asuh Stunting. Foto by : Bisma, faktajember.

Jember – Kondisi stunting di Jember pasca dibentuknya satgas Stunting hingga saat ini tampaknya belum ada perubahan signifikan, hal ini membuat beberapa pejabat wilayah berpikir keras guna menuntaskan Stunting di wilayahnya.

Ledokombo salah satu wilayah kecamatan yang memiliki Stunting diatas 500 kasus saat awal ditetapkannya Kabupaten Jember sebagai kota dengan Stunting tertinggi di Jawa Timur.

Camat Ledokombo Drs. Suryadi, Kamis, 13/7/23 mengaku di awal dirinya menjadi camat Ledokombo jumlah Stunting lebih dari 500, sehingga dalam waktu cepat dirinya mengundang semua jajaran muspika, kepala desa, kepala puskesmas dan kader untuk membahas cara efektif penurunan Stunting.

Awal berjalan tim masih menggunakan cara lama yakni melakukan sosialisasi kepada calon pasangan nikah, memberikan pemahaman kepada ibu-ibu hamil oleh kader dan pemberian makanan tambahan.

Cara ini belum cukup memberi hasil sesuai harapan, dimana penderita Stunting saat ini masih berkisar 300, sehingga perlu cara lain yang lebih efektif.

Dia kemudian menyampaikan strategi baru dengan menggunakan pola anak asuh. Disini bapak asuhnya mulai camat, Kapolsek, Danramil, kepala desa dan tokoh masyarakat diminta menjadi orang tua asuh bagi mereka yang benar benar tidak mampu secara ekonomi dan yang lain.

Baca Juga : Desa Klungkung Kabupaten Jember Jadi Tempat TMMD 117 Tahun 2023

Dia juga menjelaskan kalau dalam pelaksanaan nanti perlu juga pengawasan terhadap cara penyadaran bagi keluarga penyandang Stunting. Sebab lanjutnya, penderita stunting ternyata bukan hanya keluarga tidak mampu, tapi juga orang kaya yang terkena. Ini penyebabnya selain karena kurang akuratnya alat pengukur, juga cara memberikan asupan yang kurang tepat.

“Ada orang tua yang dari keluarga mampu terkena stunting, ternyata setiap anaknya menangis mereka segera kasih camilan yang gizinya tidak sesuai yang dibutuhkan, bahkan ada juga bayi yang nangis karena haus air ASI malah di beri gadget agar diam, dan ini salah satu yang harus di ubah” ujarnya.

Selanjutnya mantan camat Kencong itu juga minta agar para kader kembali lebih meningkatkan upaya penyadaran kepada orang tua bayi.

Hikmah (25 tahun), warga setempat tidak mengetahui kalau anaknya Stunting, padahal setiap hari dirinya selalu beri asupan kepada bayinya, namun setelah di periksa dan ditanya tentang makanan apa yang diberikan, ibu dua anak ini mengaku selalu memberi Ciki makanan kesenangan bayinya. (Bisma)

Bagikan Ke: