
Jember – Rencana Allah tak seorangpun tahu, jika Allah berkehendak tak satupun yang bisa menghalangi. Seperti di alami Bilqis Putri Humayra (8 tahun) dan Hesti (12 tahun), mimpi pun belum pernah masuk Pendopo Dan Bertemu bupati Jember, plus bisa foto bersama. Hari ini, Jumat, 10/4/26 keduanya di terima bupati Jember Muhammad Fawait, SE.
Kisah Bilqis dan Hesti berawal dari prestasinya menjuarai karate di Kejuaraan Karate FKTI Jember beberapa bulan lalu.
Bilqis yang bertubuh kecil ternyata mampu meraih juara 1 dan 2 di katagori Komite dan Kata, demikian juga Hesti.
Dua karateka bocil tersebut merupakan kohai dari sepasang suami istri yakni Senpei Savitri dan Senpei Yudi Choi.
Dalam arahannya Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan anak anak Indonesia khususnya anaknya Jember banyak memiliki prestasi, baik akademik dan non akademik, untuk itu Bupati berharap agar Bilqis dan Hesti terus berlatih dengan serius, disiplin hingga meraih prestasi lebih tinggi.
Gus Bupati sempat memberi dukungan kepada Hesti yang tahun ini akan memasuki sekolah menengah, “Karena punya prestasi Hesti nanti bisa masuk sekolah mana yang diinginkan, dan tolong Pak Sekkab di bantu”, ujar Bupati, yang disambut gembira kedua karate kecil tersebut.

Bupati juga menanyakan berapa kali dalam seminggu berlatih hingga menjadi juara, dengan cepat dan lugas keduanya mengatakan, “Saya latihan tiga kali seminggu dan di rumah latihan sendiri”, jawab keduanya bersamaan.
Senpei Savitri, pelatih kedua siswi SDN Sumberejo VI mengatakan bukan hanya Bilqis dan Hesti saja yang punya kemampuan teknis baik, ada juga beberapa kohai, namun yang sudah pernah ikut kejuaraan dan berhasil meraih juara diantara nya Bilqis dan Hesti, ada juga yang juara tapi sudah sekolah di SMP.
Baca Juga : FKTI Jember Bakal Evaluasi Calon Atlet Forprov III
“Benar dua kohai itu menjadi asuhan saya bersama suami, sedikitnya ada sekitar 15 orang yang latihannya rutin, selain kedua kohai itu ada juga yang punya prestasi, tapi sudah sekolah menengah, kalau ini masih bocil bocil”. ujar Senpei Savitri.
Saat di singgung sejauh mana disiplin dan semangat berlatih mereka, senpei yang pernah jadi atlet perempuan Jember tersebut mengaku kalau keduanya cukup di suplin, walau kadang perlu di tegur agar lebih fokus.
“Sebenarnya keduanya cukup bagus, namun namanya anak anak, kadang saat serius berlatih ada saja ulahnya yang mengganggu konsentrasi lainnya”. (Bis)

