Perkuat Kolektabilitas Iuran BPJS Kesehatan Rekrut Kader JKN Reviewed by Momizat on . faktajember.com | Ekonomi |20 Maret 2019 | 15:36 WIB Sukorambi  – Untuk memperkuat kolektabilitas iuran, BPJS Kesehatan merekrut Kader JKN (Jaminan Kesehatan Na faktajember.com | Ekonomi |20 Maret 2019 | 15:36 WIB Sukorambi  – Untuk memperkuat kolektabilitas iuran, BPJS Kesehatan merekrut Kader JKN (Jaminan Kesehatan Na Rating: 0

Perkuat Kolektabilitas Iuran BPJS Kesehatan Rekrut Kader JKN

faktajember.com | Ekonomi |20 Maret 2019 | 15:36 WIB

Sukorambi  – Untuk memperkuat kolektabilitas iuran, BPJS Kesehatan merekrut Kader JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Hasilnya, Kader JKN mampu mengumpulkan piutang terbayar hingga miliaran rupiah.

Pps. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Jember Ary Udianto mengatakan, pada tahun 2018, peran Kader JKN sudah snagat optimal.

“Dan efektif dalam meningkatkan perolehan iuran peserta JKN-KIS,” terangnya kepada sejumlah wartawan di Café Tebing Botani Jember, Rabu, 20 Maret 2019.

Saat ini telah tercatat ada 42 Kader JKN di kerja BPJS Kesehatan Cabang Jember, yang tersebar di Kabupaten Jember dan Lumajang.

Perekrutan Kader JKN ini sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Langkah ini untuk memperkuat kinerja kolektabilitas iuran.

Sebab, kepesertaan BPJS Kesehatan setiap tahun meningkat. Saat ini jumlah kepesertaan program JKN-KIS di seluruh Indonesia, sampai bulan Maret 2019, mencapai 215.132.478 jiwa.

Namun, peningkatan ini tidak dibarengi dengan peningkatan kolektabilitas iuran peserta.

Ary menjelaskan, catatan per 31 Desember 2018, para Kader JKN mampu mengumpulkan piutang iuran tertagih kurang lebih Rp. 1,5 Milyar.

Kader JKN ini hanya mengirimkan surat iuran tagihan. Mereka kemudian mengedukasi masyarakat dengan menyosialisasikan informasi  hak dan kewajiban peserta hingga prosedur auto debet pembayaran iuran melalui bank-bank mitra BPJS Kesehatan.

“Peserta terkadang lupa untuk membayar iuran setiap tanggal 10 setiap bulannya. Dengan autodebet selain peserta lebih mudah, peningkatan kolektabilitas juga teratasi dengan sistem ini,” terangnya.

Kehadiran Kader JKN ini, tidak ada lagi kepesertaan non aktif diakibatkan karena lupa bayar iuran yang berdampak pada tidak dijaminnya pelayanan.

Illiah Hasanah, Kader JKN yang juga guru MA di Kecamatan Jenggawah, menaungi tujuh desa di Kecamatan Ajung.

“Kader hanya menyerahkan surat tagihan iuran dan mengedukasi. Untuk membayar bisa langsung bayar sendiri di outltet atau supermarket terdekat. Kami tidak boleh menerima uang,” ujarnya.

Kader adalah agen resmi kepanjangan BPJS Kesehatan. Tugas kader sendiri hanya mengedukasi dan mengirim surat tagihan, yang setiap bulannya bisa mencapai 50 kepala keluarga.

“Dari awal niat saya menjadi kader JKN adalah untuk pengabdian kepada masyarakat. Dan saya juga ingin berperan serta untuk menyukseskan program pemerintah yang menangani bidang kesehatan melalui Program JKN-KIS,” ungkapnya. (achmad)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top