PENGAMAT POLITIK SAYANGKAN AKSI ” 212″ LIBATKAN ANAK ANAK Reviewed by Momizat on . Jember, FaktaJember.com - Aksi damai 212 kemaren rupanya banyak menyisahkan polemik dan perdebatan. Diantaranya adalah melibatkan massa dari kalangan anak anak. Jember, FaktaJember.com - Aksi damai 212 kemaren rupanya banyak menyisahkan polemik dan perdebatan. Diantaranya adalah melibatkan massa dari kalangan anak anak. Rating: 0

PENGAMAT POLITIK SAYANGKAN AKSI ” 212″ LIBATKAN ANAK ANAK




Jember, FaktaJember.com – Aksi damai 212 kemaren rupanya banyak menyisahkan polemik dan perdebatan.

Diantaranya adalah melibatkan massa dari kalangan anak anak. Hal tersebut menjadi sorotan berbagai media Banyak netizen Jember turut prihatin atas hal tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah elemen masyarakat mengatas namakan kelompok Aksi 212 mengelar aksi unjuk rasa di dua titik yakni di Pemkab Jember dan di Kantor DPRD Jember, Rabu (21/2) kemaren.

Aksi tersebut merupakan ketidak puasan terhadap pemerintahan bupati Faida -Muqit, pengamat politik dari akademisi STIE Mandala Jember R. Dino Bayu Sagara, SH.MH saat ditemui Tim Fakta (22/2/18) Mengatakan, seharusnya kegiatan yang bernuansa politik seperti aksi 212 kemaren tidak melibatkan anak – anak yang notabennya masih dibawah umur, tindakan semacam itu dapat mengancam keselamatan anak sekaligus berdampak buruk bagi psikologis dan jiwa anak yang tidak tau apa apa.




“UU Perlindungan Anak sudah sangat jelas mengatur tentang hal itersebut, anak tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan demonstrasi atau kegiatan politik lainya, anak-anak dilarang digunakan sebagai alat untuk kegiataan seperti itu, dalam UU No 35 th 2014 Pasal 15 dan Pasal 76 H tentang Perlindungan Anak secara jelas melarang pelibatan anak dalam aktivitas politik”, ujarnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua (LP3A) Jember, Menik Humaidah SH, bahwasanya melibatkan anak dalam kegiatan demo, atau pawai politik tentu sangat bertentangan dengan undang – undang, karena kegiatan semacam itu termasuk eksploitasi anak dan itu bertentangan dengan undang undang.

“bukan tidak mungkin kekerasan akan terjadi saat kegiatan demonstrasi tersebut dan anak anaklah yang akan menjadi sasaran empuknya, untuk itu semestinya anak – anak tidak dilibatkan”, tuturnya.

Pantauan tim fakta dilapangan kemaren (21/2/18) dalam aksi damai 212 nampak puluhan anak-anak ikut serta menjadi massa dalam kegiatan aksi 212 kmaren. Hal tersebut juga beredar luar di media masa dan laman facebook dimana keberadaan anak – anak yang ikut serta dalam aksi damai 212 mendapat sorotan dan keprihatinan dari berbagai masyarakat dijember. (rif)

Views All Time

Views All Time
346
Views Today

Views Today
6

Comments (1)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top