Bupati Jember Terusik Formasi Duduk ASN Reviewed by Momizat on . faktajember.com | Pemerintahan | 2 Juli 2019 | 11.42 WIB | Jember Kota – Bupati Jember Faida tiba-tiba menghentikan acara penyerahan SK kepada sejumlah Aparatur faktajember.com | Pemerintahan | 2 Juli 2019 | 11.42 WIB | Jember Kota – Bupati Jember Faida tiba-tiba menghentikan acara penyerahan SK kepada sejumlah Aparatur Rating: 0

Bupati Jember Terusik Formasi Duduk ASN

faktajember.com | Pemerintahan | 2 Juli 2019 | 11.42 WIB |

Jember Kota – Bupati Jember Faida tiba-tiba menghentikan acara penyerahan SK kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha.

Tindakannya itu menyusul formasi duduk para ASN yang akan menerima SK secara langsung dari bupati.

Mereka yang menerima SK pada Selasa, 2 Juli 2019, itu yakni CPNS Bidan, ASN yang mendapat kenaikan pangkat pengabdian dan pensiun.

Sebelum menerima SK, mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Hingga tiba saat sambutan, bupati meminta acara dihentikan.

Perempuan ini tampaknya merasa tidak nyaman dengan formasi duduk para ASN yang dilihatnya.

Ia melihat para penerima SK pensiun duduk di kursi belakang. Sementara penerima SK CPNS duduk di deretan paling depan.

Faida pun meminta protokol untuk merubah formasi duduk tersebut. ASN yang sepuh dan sudah mengabdi bertahun-tahun hingga akan pensiun berada di deretan depan.

“Jadi, tidak ada ceritanya yang muda-muda duduk di depan orang yang sudah sepuh,” tutur bupati.

Sekitar dua menit petugas protokol mengatur formasi duduk. Setelah itu bupati melanjutkan pidato pengarahannya.

“Sehebat apapun pemerintahan, setinggi apapun jabatannya, dan dimanapun, peghormatan untuk orang tua tetap menjadi yang utama,” Faida.

Ada 127 SK yang diserahkan dalam acara itu. Tentang pengurusan SK, bupati mengatakan banyak yang berkeluh kesah tentang pengurusan SK pensiun.

“Pemerintah Kabupaten Jember ingin pelayanan yang ada lebih baik lagi. Pada hari ini, para pensiunan selain mendapat SK, bisa langsung pencairan (gaji pensiun, red),” ungkap Bupati Jember.

Sedangkan untuk SK pensiunan janda dan duda menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember untuk menyelesaikannya, dan diantar ke rumah masing-masing.

“SK hanya memutus hubungan kerja antara pemerintah dengan PNS, tetapi bukan memutus tali silaturahim,” katanya.

Para pensiunan agar terus berbuat yang berguna bagi masyarakat, menjadi penyambung informasi kepada pemerintah. Para pensiunan juga tetap memiliki hak akses melalui sekretariat pendopo. (alin)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top