OLAHRAGA

Felisia Ayu Fransiska, Siswi SDN Ajung 02 Atlet Berbakat Yang Butuh Dukungan

Felisia Ayu Fransiska, Siswi SDN Ajung 02 Kalisat, setelah meraih juara II di Kejurkab PBSI Tahun 2026 di Jember. foto by : doc pribadi.

Jember – Namanya Felisia Ayu Fransiska, 10 tahun. Putri pasangan bapak Frans Yohanes dan ibu Sri Wahyuni, punya bakat di olahraga bulutangkis.

Felli demikian dia di panggil, menyukai bulutangkis sejak usia lima tahun, tepatnya si Felli masih duduk di bangku Taman kanak kanak. Kemudian dia bergabung dengan Klub Jaya Raya Satria Jember sejak tahun 2024, di sana Feli di tangani pelatih ber sertifikat Internasional Eny Juliajati, dan co pelatihnya Teh Rini.

Setelah ditempat beberapa bulan, bakat nya terasah, perkembangan nya terus di pantau, Feli pun diberi kesempatan bertanding, agar dia bisa membangun mental sekaligus mengetahui sejauh mana hasil berlatihnya.

Ada beberapa kejuaraan di ikuti bocil berwajah cantik ini diantaranya:

-Piala Raja Sirnas C Jogja
-Kejurkab
-Gubernur cup
-Cabor O2SN
-Insersio Cup
-Hundred Millenial Cup
-Victory Wiraraja Cup
-Polres Bondowoso
-Bupati Cup
Dari berbagai kejuaraan itulah, kematangan Feli mulai terbentuk, dan kini dia sudah mengoleksi beberapa gelar diantaranya :
-Juara 3 UPDI Kejurkab Jember 2024
-Juara 3 UDPI Bupati Cup Jember 2025
-Juara 3 O2SN tingkat kabupaten jbr
-Juara 2 UDPI Kejurkab Jember 2026
-Juara 1 UDPI Hundred Millenial Cup BWI 2026
-Juara 3 UDPI Insersio Cup Malang 2026

Coach Rini, pelatih Feli mengatakan, kalau di klub Jaya Raya Satria, selalu di bangun komunikasi dengan orang tua atlet, ini di maksudkan, agar setiap perkembangan dan problem atlet segera bisa di ketahui dan diatasi bersama.

Selain itu, karena bulutangkis itu olahraga mahal. Biaya merupakan persoalan paling mendasar harus di ketahui orang tua sejak dini.

Baca Juga : Sabet 6 Medali Emas, Jaya Raya Satria Jember Juara Umum Kejurkab 2026

Baca Juga :  Pasca Fornas NTB, FKTI Jember Segera Evaluasi Sistem Latihan Masing-Masing Dojo

Coach di jaya Raya Satria, selalu menyampaikan pada atlet maupun orang tua, tentang proses berlatih bulutangkis yang tidak instan, memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang cukup besar.

“Alhamdulillah, mereka faham dan terus mendukung langkah Coach demi suksesnya permata hati mereka” ujar Coach Rini.

Dia juga mengapresiasi dukungan sekolah selama ini, dengan memberi kesempatan berlatih di pagi hari, dan mulai masuk sekolah setelah istirahat pertama.

Saat di singgung peluang Felicia di sirnas Bali, coach Rini mengaku tidak ada target di sirnas bali, mengingat kemampuan peserta merata.

Turun di tunggal usia dini putri, setiap klub dan atlet punya target menjadi juara, khusus untuk anak didiknya, coach mengingatkan, Feli masih sedikit labil dan lawan banyak dari klub besar, kita berharap fely bisa bermain maksimal hasil akan mengikuti. (Ary)

Bagikan Ke: