Jember – Nama lengkapnya Sintia Sari, dia biasa di panggil Sintia. Anak pertama pasangan Faisal dan Sumiyati ini memiliki cita cita menjadi seorang dokter, agar kelak mampu membahagiakan orang tua.
Saat ini, gadis cantik berkulit sawo matang, lagi serius belajar karate di Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI). Sebagai kohai (murid) baru, Sintia yang awalnya pemalu dan malas keluar rumah, ternyata punya bakat luar biasa, perjalanan nya sebagai karateka cukup membuat senpei nya tercengang, setelah melewati sabuk putih, gadis kelahiran 4 April 2010 tersebut naik ke sabuk hijau, tanpa melalui sabuk kuning, ini prestasi luar biasa dan jarang di miliki oleh kohai yang berada jauh dari pusat latihan.
Di Dojo Chiung Samudra, kemampuan Sintia diasah Senpei Savitri, mantan atlet Jawa Timur.
Bakatnya terbaca, polesan Senpei Savitri di sisi teknik karate, plus tempaan fisik dari Senpei Yudi, membuat penguasaan Kihon nya cukup bagus.

Sintia kini duduk di bangku SMA kelas XI, butuh kemampuan memanage waktu dengan baik, agar keinginan meraih prestasi di bidang akademik (masuk Universitas Ternama, fakultas kedokteran) dan non akademik (meraih medali emas) di kejuaraan Forprov III mendatang bisa terwujud.
Sebagai gadis di usia puber, tak menutup kemungkinan dia ingin mencari jati diri, ingin di lirik lawan jenisnya, namun pesan Ayah Dan ibunya selalu terngiang, “Belajarlah dengan baik, masa depan ada di tangan mu, fokus lah belajar ,agar kamu berhasil” itu amanah yang selalu di ingat, saat godaan dari teman temannya mengusik hati.
Baca Juga : Tim Monev Pelototi Kesiapan Atlet FKTI Jember
“Saya ingin terus fokus belajar, ingin membuat orang tua bangga dan saya bisa melewati masa puber dengan aman dari pengaruh negatif ” ujarnya sambil tersenyum manis. (**)


