
Jember – Sedikitnya 37 dari 40 calon atlet Forprov III dari Federasi Karate Tradisional Indonesia Jember ikuti pelatihan fisik dan mental di Teluk Love, awal bulan Agustus lalu.
Mereka di latih oleh beberapa Senpei, diantaranya Senpei Suto Wijoyo, Senpei Mahdi, Senpei Savitri dan Senpei Yudi.
Pelatihan fisik dan mental bagi calon atlet di maksudkan untuk memberikan pemahaman kepada calon atlet, bahwa tanpa fisik dan mental yang bagus tidak akan ada juara.
Selain itu, calon atlet juga di ajarkan tentang bagaimana mereka harus tetap mampu mengussai diri walau dalam posisi tertekan.
Senpei Savitri, manager tim FKTI mengatakan, dari 40 atletyang terjaring di seleksi internal tersebut berasal dari kelompok umur berbeda.
Ini tentunya mempengaruhi mental, sikap dan fisik mereka. Latihan ini tentunya tidak memberi atlet porsi di luar kemampuannya, namun mereka di ajak berpikir, berlatih bersama dalam menghadapi gembelengandari para senpei.
Selain itu, kita akan lihat sejauh mana fisik para atlet pemula yang usianya antara 7-9 tahun, mereka ini perlu pemahaman tentang apa itu fisik, apa itu mental dan bagaimana kita harus fokus saat bertanding, disana mereka diajarkan memahami bersama sama.
“Dari seleksi internal terjaring sedikitnya 40 calon atlet, dan itu beragam, ada pemula dan remaja, mereka perlu memahami apa itu latihan fisik dan mental, disini mereka di fahamkan” ujarnya.

Ditempat terpisah, Senpei Mahdi, salah satu pelatih utama di FKT I mengatakan, dirinya ditugaskan untuk memberi materi Kihon dan KATA, masih banyak kohai yang Kihon nya belum benar, sehingga mempengaruhi kualitas gerakan di KATA maupun komite.
Untuk itu di kesempatan ini dirinya fokus pembenahan KIHON dan KATA, “Alhamdulillah, saya di tugaskan untuk memberi materi pada KIHON dan KATA, masih banyak yang harus di perbaiki agar mereka bisa memiliki hasil maksimal, semua itu berawal dari KIHON, Kihon baik maka kata dan komite akan baik” jelasnya. (Bis)

