EKONOMI

Perputaran Uang MBG Lampaui APBD Jember

Jember – Perputaran uang akibat adanya program Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember melampaui jumlah APBD kabupaten setempat.

Dari seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi penuh, nilai uang yang beredar bisa mencapai Rp 4 triliun hingga Rp 4,6 triliun per tahun.

Angka melampaui total APBD Kabupaten Jember yang saat ini sejumlah Rp 4,3 triliun.

“Perputaran uang dari MBG ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita, meningkatkan pendapatan daerah, dan yang paling penting adalah penciptaan lapangan kerja baru bagi warga Jember,” terang Muhammad Fawait, Bupati Jember, Kamis 16 April 2026.

Fawait menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 satuan pelayanan yang mulai beroperasi di Jember.

Kegiatan yang berskala besar ini, menurut Fawait, penuh tantangan.

Dia pun memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember serius mengawal penyelenggaraan program ini agar berjalan optimal.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, usai meresmikan SPPG Cahaya Sholawat Nusantara di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, menjelaskan perputaran uang dari MBG di Jember.

Dadan menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan mesin penggerak ekonomi kerakyatan.

Sekitar 93 persen anggaran Badan Gizi Nasional disalurkan ke setiap SPPG.

“Setiap satu unit SPPG diproyeksikan menerima dana sekitar Rp 1 miliar per bulan,” ulasnya.

Selanjutnya, 70 persen anggaran digunakan untuk pembelian bahan baku dari petani, peternak, nelayan, dan UMKM setempat.

Kemudian, sebanyak 20 persen untuk biaya operasional, termasuk menggaji sekitar 47 relawan per SPG dan 10 persen untuk pengembalian investasi bagi mitra pembangun SPPG.

Di Jember sendiri, ditargetkan akan berdiri sebanyak 400 unit SPPG.

Saat ini, sebanyak 207 unit sudah mulai beroperasi.

Baca Juga :  Semangat UMKM Support Pelaksanaan Porprov VII

“Artinya, sudah ada aliran dana sekitar Rp 207 miliar per bulan yang masuk ke Jember. Ini akan sangat menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Dadan. (*)

 

Penulis: Achmad Syaifuddin

Editor: Achmad Syaifuddin

Bagikan Ke: