Berita Terbaru covid-19 EKONOMI Event PEMERINTAHAN PERISTIWA POLITIK SOSIAL

Didesa Panti, Bupati Resmikan Gedung Bumdes ‘Boss Muda’

Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto, ST., IPU., didampingi Wakil Bupati, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, menandatangani prasasti, diresmikannya Bumdes Boss Muda, Desa Panti

Jember – Rangkaian kegiatan Jember Hadir Untuk Rakyat (J-Hur) hari kedua di Kecamatan Panti, bupati dan wakil bupati beserta Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Sabtu, 26 Februari 2022 meresmikan Gedung Bumdes Boss Muda. Bupati Hendy mengapresiasi Bumdes Bos Muda milik Pemdes Panti, bupati yang didampingi wakil bupati Gus Firjaun, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Kasih Fajarini, menggunting pita sebagai tanda pembukaan gedung baru tersebut.

Didalam gedung baru, rombongan menyaksikan usaha-usaha kreatif. Bupati melihat usaha tanaman bunga anggrek dari mitra Bumdes. Budi, mitra anggrek menunjukkan hasil budidaya anggreknya yang sudah Go Nasional. Rombongan tertarik anggrek terutama TP PKK. Setelah mendapat masukan tentang berbagai produk anggrek, bupati menyempatkan mencicipi suwar suwir hasil mitra Bumdes, bahkan suwar suwir yang dicicipi juga dibagikan kepada wartawan yang mengikuti kegiatan, agar mengetahui bagaimana rasa suwar suwir panti.

Selanjutnya bupati diajak untuk menikmati kopi racikan mitra Bumdes, bahkan mengajak wakil bupati ikut mencicipi .”Gus, Monggo minum kopi” ajaknya pada wakilnya.

Bupati Jember saat melihat usaha tanaman anggrek milik mitra Bumdes

Achmad Muhlis, Direktur Bumdes Boss Muda, terkesan dengan kehadiran Bupati meresmikan Gedung Bumdes Boss Muda, terlebih hari ini bertepatan dengan satu tahun bupati dan wakil bupati memimpin Jember. Selanjutnya, Achmad menceritakan awal lahirnya Bumdes Boss Muda.

“Bumdes ini lahir 3 tahun lalu (2019) bertepatan dengan terpilihnya Kepala Desa Soeroso,” terangnya

Saat itu Kades Soeroso mengajaknya menghidupkan Bumdes Panti. Ia mengajak beberapa teman untuk berdiskusi mengenai usaha apa yang bisa dikerjakan Bumdes kedepannya. Bantuan modal awal 50 juta rupiah dari Dana Desa (APBDes), Bumdes Panti mengawali usaha warung kopi milenial.

“Latar belakang saya perkopian dan di desa ini banyak warung-warung kopi” terangnya.

Kemudian dikembangkan usaha-usaha kreatif lainnya. “Kami mengajak kerjasama dengan sistem bagi hasil dengan UMKM yang ada seperti usaha camilan (suwar-suwir, opak gulung), bunga anggrek, bank sampah dan lainnya,” urai Achmad.

Dia juga ceritakan ada salah satu usaha UMKM yang ketika itu sudah mati suri akibat pandemi. Bergerak di bidang produksi camilan berbahan dasar tape yang sempat berkembang, namun akibat pandemi Covid-19 usahanya gulung tikar. Kemudian kita ajak bekerjasama, hingga hari ini UMKM tersebut bisa hidup lagi dan kembali lebih besar. Dia berharap Bumdes Boss Muda berkembang lebih besar lagi.

Selama 3 tahun berjalan Bumdes Boos Muda telah menghasilkan laba. Tahun terakhir berhasil meraup laba hingga lebih dari Rp. 30.000.000-an. (Arya)

Bagikan Ke: