SOSIAL

Bupati Faida Kembali Pulangkan Jenazah TKI

faktajember.com | Sosial | 27 Juli 2019 | 19:34 WIB

Sumberbaru – Kepedulian Bupati Jember Faida  terhadap masalah warganya yang menjadi buruh migran kembali ditunjukkan dengan memulangkan jenazah TKI asal Jember yang telah meninggal satu bulan lalu di Malaysia.

TKI tersebut bernama Ilham Mochamad Noer. Pria berusia 27 tahun ini tercatat sebagai warga Dusun Darungan, RT1, RW 9, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru.

Ilham sebelumnya divonis mengidap demam berdarah, dan sempat dirawat selama 2,5 bulan di Pusat Perubatan Universiti Malaya Kuala Lumpur. Dia akhirnya meninggal pada 25 Juni 2019 lalu.

Jenazah baru bisa dipulangkan sebulan kemudian, karena ada sejumlah biaya yang harus ditanggung pihak keluarga. Pemulangan ini berhasil dilakukan setelah Pemkab Jember melakukan koordinasi dengan KBRI di Malaysia dan melunasi semua biaya dan tanggungannya.

Camat Sumberbaru, Dedi Winarno, mewakili Pemerintah Kabupaten Jember sekaligus pihak keluarga menerima dokumen kematian dan jenazah Ilham di Terminal Kargo Bandara Juanda, Sabtu, 27 Juli 2019.

Dedi Winarno mengungkapkan, Bupati Faida memiliki komitmen untuk menyejahterakan masyarakatnya, termasuk penuntasan permasalahan-permasalahan kemiskinan. “Almarhum Ilham ini meninggalkan anak yang saat ini sudah yatim piatu,” ungkapnya.

Camat juga mengungkap perintah khusus Bupati kepadanya untuk memperhatikan kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak almarhum Ilham.

“Karena banyak sekali program Pemerintah Kabupaten Jember yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya di hadapan keluarga almarhum dan masyarakat setempat sesaat sebelum pemberangkatan jenazah ke pemakaman.

Dalam kesempatan itu, Dedi mengaku menjemput jenazah Ilham bersama keluarga almarhum serta Muspika Sumberbaru. “Terimakasih Ibu Bupati Faida atas atensinya kepada masyarakat kami,” ujar Dedi.

Sementara itu, Qurotul Aini menjelaskan, biaya yang dibebankan sebesar RM 28.000 atau sekitar Rp. 160 juta. Sedangkan biaya pemulangan jenazah adiknya itu ke Indonesia sebesar Rp. 12,5 juta.

“Terus terang uang tanggungan jenazah sebanyak itu kami tidak punya meskipun kami sudah berhutang kesana kesini, dan akhirnya saya mengadukan permasalahan ini ke pihak desa dan kecamatan,” tambahnya.

Untuk itu, pihak keluarga sangat berterimakasih kepada Bupati Faida dan jajaran Muspika Sumberbaru serta pihak desa yang telah berupaya untuk memulangkan jenazah adiknya itu ke tanah air.

“Saya sangat berterimakasih terutama kepada Bupati Jember, Pak Camat, dan pihak desa, akhirnya adik saya bisa dimakamkan di kampung halamannya. Mudah-mudahan semua kebaikan semua pihak dibalas setimpal oleh Allah SWT,” katanya.

Qurotul yang ikut rombongan penjemputan jenazah di Terminal Cargo Bandara Juanda bersama Muspika Sumberbaru menyatakan bahwa sekitar bulan Mei lalu, Ilham sempat mengeluhkan sakit yang tak kunjung sembuh, dan disarankan untuk segera berobat.

“Kita suruh dia berobat, dan discan tetapi tidak ditemukan penyakit. Sampai akhirnya sakitnya semakin parah, dan baru diketahui Ilham menderita demam berdarah. Selama 2,5 bulan dirawat, Ilham sempat koma cukup lama sampai akhirnya meninggal sebulan lalu,” tuturnya.

Qurotul menceritakan, Ilham bekerja di Malaysia sebagai tukang kebun di Jalan Bukit Naga Lukong Selangor. Adiknya itu berangkat ke Malaysia cuma berbekal passport wisata melalui jasa tekong atau biro tenaga kerja yang tidak berijin.

Kepergian Ilham ke Malaysia itu dilakukan setelah tiga tahun yang lalu ditinggal mati isterinya untuk menafkahi anaknya. (achmad)

Bagikan Ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.