Wabup Ajak Masyarakat Ikut Deteksi Gangguang Keamanan Reviewed by Momizat on . faktajember.com | Sosial | 28 Mei 2019 | 10:10 WIB Jember Kota - Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief mengajak masyarakat untuk ikut melakukan deteksi dini ter faktajember.com | Sosial | 28 Mei 2019 | 10:10 WIB Jember Kota - Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief mengajak masyarakat untuk ikut melakukan deteksi dini ter Rating: 0

Wabup Ajak Masyarakat Ikut Deteksi Gangguang Keamanan

faktajember.com | Sosial | 28 Mei 2019 | 10:10 WIB

Jember Kota – Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief mengajak masyarakat untuk ikut melakukan deteksi dini terhadap hal-hal yang menggangu keamanan.

Hal itu disampaikan wabup usai pemusnahan barang bukti narkoba dan miras hasil Operasi Pekat Semeru 2019 Polres Jember, Selasa, 28 Mei 2019, di Jalan Sudarman.

Sekecil apapun tanda-tanda yang akan menjurus gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat untuk secepatnya dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Apabila masyarakat berpartisipasi secara aktif untuk menciptakan kondisi di daerah masing-masing, insya Allah, akan sangat berarti,” tuturnya.

Terkait pemusnahan barang bukti narkoba dan miras, wabup mengaoresiasinya dan berharap tetap dilakukan di luar bulan Ramadhan. “Untuk menyelamatkan generasi muda kita,” ujarnya.

Semengtara itu Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, barang bukti yang dimusnahkan adalah barang bukti yang ditemukan saat melaksanakan operasi pekat (penyakit masyarakat).

Bukti yang musnahkan antara lain, Sabu berharga sekitar Rp. 25 juta, pil koplo serta ribuan botol miras.

Kusworo juga mengungkapkan Polres Jember juga akan melaksanakan Operasi Ketupat 2019 sejak tanggal 29 Mei hingga 10 Juni 2019.

Operasi ini melibatkan 375 personil terdiri dari 200 personil Polri dan 175 personil instansi samping yaitu diantaranya TNI, Dishub, Satpol PP, dan Pramuka

Dalam mengamankan dan mengantisipasi kondisi jalur mudik dan balik lebaran, telah ditempatkan personil pada area rawan kemacetan dan kecelakaan.

Perbaikan jalan rusak juga telah selesai dilakukan, sehingga saat ini sudah bisa dilalui semua kendaraan.

“Sedangkan untuk lokasi rawan kriminalitas, kami juga sudah tempatkan personil yang untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan, seperti terminal, stasiun dan di tempat keramaian lainnya,” Kusworo.

Sedangkan rumah yang dalam keadaan kosong sudah terkoordinir bersama RT RW setempat dan kepolisian, supaya untuk melakukan pengamanan ganda. Yaitu, selain mengunci rumah juga memasang tralis atau kunci ganda. (achmad)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top