SBA Institut Sebut Indonesia Carut Marut Reviewed by Momizat on . faktajember.com – Sekretaris Saiful Bahri Ansori (SBA) Institut M. Nafiur Rofik menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang carut marut, yang bisa menjurus pada faktajember.com – Sekretaris Saiful Bahri Ansori (SBA) Institut M. Nafiur Rofik menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang carut marut, yang bisa menjurus pada Rating: 0

SBA Institut Sebut Indonesia Carut Marut

faktajember.com – Sekretaris Saiful Bahri Ansori (SBA) Institut M. Nafiur Rofik menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang carut marut, yang bisa menjurus pada perpecahan bangsa.

Kondisi carut marut itu terlihat banyaknya kubu yang bertikai. Menurut M. Nafiur Rofik, sebenarnya mereka ini sedang diadu domba.

Pernyataan itu dia sampaikan Minggu, 9 Desember 2018, usai acara Sosialisasi Pembinaan Kesadaran Bela Negara di Hotel Dafam Lotus Jember.

Sosialisasi ini digelar berkat kerjasama Kementerian Pertahanan Nasional bersama Anggota DPR RI Komisi I  Drs. Hj. M. Saiful Bahri Ansori,

“Acara ini memiliki tujuan utama yakni membangun kesadaran bela negara seluruh lapisan masyarakat di Jember,” jelas M. Nafiur Rofik.

Kondisi itu memerlukan upaya pencegahan. “Untuk itu, membangun kesadaran bela negara di seluruh Indonesia ini penting, agar tidak mudah terpecah belah,” katanya.

Sementara itu, Kolonel Tek Ir. Herman MT, Analis Madya Matra Udara Ditkomcad Ditjen Pothan Kemenhan RI mengatakan, salah satu contoh bentuk bela negara yang harus dilakukan saat ini adalah mengembalikan potensi lokal yang telah dikuasai asing.

Menurutnya, kepemilikan potensi oleh pihak asing itu berarti secara tidak langsung bangsa Indonesia sedang dijajah, walaupun tanpa ada peperangan senjata.

“Sudah selayaknya kita rebut kembali semua potensi lokal yang dikuasai asing. Bagaimana caranya, ya kita tingkatkan SDM kita agar bisa merebut itu kembali. Dan ini termasuk bela negara,” ungkap Kolonel Herman.

Kolonel Herman mengharapkan sosialisasi ini dapat menghasilkan UU tentang pengelolaan sumber daya manusia. Sebab jika dalam kondisi perang, maka negeri ini tidak cukup hanya didukung oleh TNI saja, sehingga warga sipil harus dilibatkan sebagai pasukan cadangan.

“Ini goalnya adalah RUU yang sudah ada bisa jadi UU, makanya kami punya kewajiban untuk menyosialisasikan hal ini mulai dari sekolah-sekolah, pondok pesantren, LSM, ormas, TNI, Polri dan lainnya. Karena semua masyarakat punya peran penting dalam membela negara,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PKB,  Drs. Hj. M. Saiful Bahri Ansori mengatakan, bela negara adalah kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena dengan adanya andil dari masyarakat, negara ini akan lebih aman. (febie)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top