Kampanye Go Green Saat Pengenalan Kampus Unej Reviewed by Momizat on . faktajember.com | Pendidikan | 21 Agustus 2019 | 14.43 WIB Sumbersari - Ada yang berbeda dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakulta faktajember.com | Pendidikan | 21 Agustus 2019 | 14.43 WIB Sumbersari - Ada yang berbeda dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakulta Rating: 0

Kampanye Go Green Saat Pengenalan Kampus Unej

faktajember.com | Pendidikan | 21 Agustus 2019 | 14.43 WIB

Sumbersari – Ada yang berbeda dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember (Unej) yang dilaksanakan 19 – 23 Agustus 2019.

Pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan dosen FISIP Unej mencanangkan kampanye Go Green. Untuk itu, BEM Fisip bekerja sama dengan Keris West (Kelompok Riset Women Ecology and Sustainability) membuat program zero waste challenge.

“Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, banyak sampah plastik yang dihasilkan dari kegiatan pengenalan kampus,” Raudlatul Jannah, Rabu, 21 Agustus 2019.

Ketua Keris West ini merinci, sekitar 800 mahasiswa baru mendapatkan konsumsi tiga kali dalam sehari. Yakni  satu kali kotak makan, dua kali kue, dan tiga gelas air mineral.

Kalau ditotal, sehari bisa sekitar 2.400 kotak nasi dan kue yang akan menjadi sampah di lingkungan FISIP.

“Jika kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari maka terdapat sekitar 12 ribu kotak kue dan 12 ribu gelas air mineral” ungkap Raudlatul Jannah.

Dari perhitungan sampah yang diproduksi saat PKKMB civitas akademika berpikir untuk membuat program yang ramah lingkungan.

“Kami berdiskusi dengan teman-teman BEM untuk mengedukasi mahasiswa baru untuk lebih peduli lingkungan. Selain itu, sampah-sampah tersebut dapat dijual untuk dananya digunakan oleh BEM dalam membuat kampanye-kampanye lingkungan berikutnya,” terang dosen Sosiologi ini.

Terpisah, Ketua BEM Fisip Unej Wildan Rofi menyampaikan bahwa ini adalah bentuk komitmen BEM atas kondisi lingkungan kampus.

“Kami mencoba meminimalisir penggunggunaan plastik, serta mengurangi sampah dari kegiatan. Bungkus makanan dan alat makanan kita pilah berdasarkan jenisnya agar tidak menumpuk dan supaya mudah untuk didaur ulang,” terangnya.

Menurut Wildan, BEM perlu menumbuhkan kesadaran pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. Sehingga budaya tidak nyampah sembarangan akan dapat dibawa selama menjadi mahasiswa.

“Tentunya ini akan membawa kesadaran lingkungan hidup kedepan,” terang mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional ini. (achmad)

Leave a Comment

© 2016 Fakta Jember | Berita Fakta Jember Raya

Scroll to top